Kerbau yang selalu menjadi simbol kebodohan terpaksa mengasingkan diri dari kehidupan binatang. Sebabnya tidak diketahui secara pasti. Hal tersebut membuat hati Ayam sedih. Melihat hari-hari kerbau selalu menyendiri. Badannya bertambah kurus. Matanya cekung dan kering. Didekat kolam Kerbau berkubang, tumbuh semak dan rumput. Itupun diacuhkan. Biasanya sembari berkubang, rumput itu dijadikan makanan kecil. Entah kenapa nafsu makan Kerbau hilang begitu saja. Ayam memperhatikannya dibalik lorong semak. Rasa ingin tahu memaksanya untuk menyelidiki misteri Kerbau dipertengahan tahun ini. Perlahan Ia mendekati ke kolam.
“Kerbau...kamu kenapa? Kok murung terus? Ada masalah yang bisa Aku bantu? “
“Gak ada Ayam. Aku gak kenapa-kenapa kok.”
“Ah, jangan bohong. Kamu menutup-nutupi sesuatu jika Aku perhatikan. Lagian kamu kayak linglung gitu. Seharian Aku amati kerjaannya cuma berendam melulu.”
“Bener Yam, Aku sedang menikmati berendam saja.”
Ayam berjalan mundur beberapa langkah kebelakang. Lalu Ia ambil sikap ancang-ancang. Berlarilah Ia dan terbang ke punggung Kerbau. Sasaran mendarat Ayam meleset. Bukan ke punggung malah diatas kepala. Kerbau marah.
