Tampilkan postingan dengan label Liberalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liberalisme. Tampilkan semua postingan

23 Oktober 2010

Konservatisme

Oleh : Aula El Hakim

Berangkat dari jauh, from Wall Street Journal. Jurnal ini membahasakan dengan lugas sekalipun tidak mendefinisikan, konservatisme “nyaris tidak lebih dari keyakinan naluriah bahwa masyarakat yang ada sekarang mulai dibangun ribuan tahun silam, yang dalam tahun-tahun itu umat manusia menemukan hal-hal yang kini harus mereka pertahankan” dan oleh C. Wright Mills dianggap sebagai perilaku defensif untuk mempertahankan status quo. Dan penulis akan mendudukan posisi kita dalam kelompok konservatif yang memiliki potensi besar timbulnya pembodohan masal, ditengah pembicaraan tentang pencerahan dikampus.

Mari kita membayangkan Lenin hidup kembali, sedangkan kita merupakan pemuja yang membangkitkan sebuah doxa “Mencaci Liberalisme” ditengah-tengah ranah kampus. Flashback ke abad 19 dan awal abad 20an, Amerika utara yang berpusat di Amerika serikat membuat sebuah liberalisme menjadi sekedar teknis, simbol, dogma, serta slogan-slogan untuk membangin integrasi. Adapun di Uni Soviet Marxisme berjalan serupa, sekaligus bersifat ‘ideologi identitas’ untuk mengcounter kekuatan Adidaya lawannya. Dalam blok soviet, unsur-unsur marxisme merupakan bahan baku utama bagi paham resmi yang tidak lepas dari interpretasi resmi, dan panduan resmi bagi semua budaya dan politik serta jalan hidup bagi warganya.