Tampilkan postingan dengan label Fanatisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanatisme. Tampilkan semua postingan

25 Agustus 2010

Si Pandir: Balada Fanatisme Agama

Oleh : Yahya Zakaria

Si pandir, begitulah namanya, Ia seorang kyai bersahaja di desa bernama sukacita. Dengan usia yang masih tergolong muda, Si pandir taat sekali menjalankan ajaran agama, tak pelak, hampir seluruh warga desa menaruh kepercayaan padanya. Setiap kali Si pandir memberikan ceramah,warga desa berduyun-duyun melangkah tanpa ragu untuk mendengarkannya, suara lembut serta tutur yang santun menjadi ciri khasnya.

Rumahnya sederhana, tak ada yang istimewa. Hingga hari ini, Si pandir belum berkeluarga, Ia sebatang kara, hanya sepasang indera yang menjadi harta paling berharga baginya di dunia, selain itu, Kitab suci dan sehelai baju koko andalannya, menjadi harta berharga nomor 2. Ia selalu berjalan, tanpa kendaraan, kemanapun pergi, kaki selalu menemani. Senyum Si pandir tak kenal henti, Ia memberikan tulusnya senyuman pada setiap warga yang kebetulan berpapasan ataupun sedang berada di jalan.